Wednesday, 8 July 2015

Salam rindu untuk Emak



Mak.. apa kabar? Ndari kangen emak. Malam ini malam 21 bulan Ramadhan. Alhamdulillah Ndari tahun ini bias puasa lagi karena tidak sedang hamil pun menyusui.

Ramadhan tahun ini cuaca begitu dingin. Banyak orang sakit. Baru saja Niken dan Zhidan opname di rumah sakit bersamaan. Ah.. ndari jadi inget Ramadhan bareng emak. Emak bangunin Ndari buat sahur. Lalu mengingatkan berbuka di jam dzuhur karena belum kuat untuk puasa satu hari penuh. 

“ndak apa-apa, namanya juga masih kecil, masih belajar”

Sorenya emak masak bakwan jagung, kesukaan Ndario. Emak selalu memisahkan bakwan pedas dan tidak. Ndari ndak suka pedas, saat itu. Ngabuburit kita sederhana, jam 5 sore mendengarkan ceramah KH Zainudin MZ di RRI, menunggu setengah jam berikutnya untuk berbuka. Ah.. andai saja emak tau, selama di Malang ndari berusaha menyempatkan untuk mendengarkan ceramah Zainudin MZ di KDS 8 tiap jam 5 pagi. Ndari seneng, dengan begitu Ndari bisa terus selalu terkenang masa bersama emak.

Malam ini malam 21 Ramadhan, Mak, malam ganjiol. Dulu emak selalu menyempatkan mandi pagi-pagi bergegas jalan kaki ke masjid yang jaraknya lebih kurang 1 km dengan jalan menanjak, demi shalat tasbih berjamaah. Zaman sekarang sudah enak ya Mak. Mushola dekat, 5 menit jalan kaki juga sudah sampai. Tapi banyak orang yang memilih naik motor untuk berangkat traweh, ah sudahlah…

Oya, ngomong-ngomong puasa mas kecil. Bangun untuk sahur cukup mengandalkan insting bangun pagi dan kadang kala ada yang keliling patrol untuk membangunkan. Tentu saja orang di desa saat itu ndak mengenal weker apalagi alarm hape, ya kan Mak? Namanya juga mengandalkan insting ada kalanya terbangun saat sudah terdengar imsak dari masjid. Ya ndak bisa sahur. Emak bilang, yawes ndak usah puasa, nanti ndak kuat, emak temenin, nanti ngganti puasanya juga bareng emak. Emak  masih ingat? Ndari ndak mungkin lupa.

Mak, bagaimana rasanya surga? Nyaman ya?

Kalau saja emak masih sehat kini, mungkin Hyu lengket banget sama emak, kayak Ndari dulu. Cicit emak yang ke-9 ini sekarang lagi bawel banget, demen ngoceh. (: tempo hari sewaktu nyekar ke makam emak, ayahnya mengajarinya untuk bilang “mbah uyut emak bobo pules” ah emak pasti gemes melihat tingkahnya. Oh iya, dia senang sekali kalau diajak traweh, tapi dengan catatan harus lengkap bareng Ndari dan ayahnya. Lucu ya.. (:

Semoga kelak kita dapat berkumpul di surga ya, Mak..

Dengan penuh rindu, cucumu, Ndari
Menjelang 6 tahun wafatnya nenek tersayang,
Emak Kartiyam
Rabu dini hari, 8 Juli 2015
01.17

Thursday, 26 March 2015

sebuah perenungan

kebudayaan amerika mengalami kesalahpahaman sehingga menganggap bahwa orang yang memiliki pengaruh terbesar pafa nilai-nilai dan perkembangan anak adalah rendah dibandingkan dengan orang yang menghasilkan uang (Larry Brown dalam buku six year in waiting by Peggy Oreinstein)

Tuesday, 30 December 2014

it's just about dissapointing

bagian yang paling menyakitkan dari sebuah kekecewaan bukanlah kekecewaan yang sedang saya alami, tapi justru ketika saya mengecewakan orang-orang yang telah menaruh sekian harapan dipundak saya, dan ternyata saya mengecewakan mereka..

saya tidak menyesali apa yang sudah terjadi, sejujurnya saya hanya tidak ingin membuat orang-orang kecewa terhadap saya, itu saja..

saya tidak apa-apa, sungguh.. saya tidak sedih karena gagal, tapi saya sedih karena kegagalan saya membuat orang-orang yang berharap terhadap saya menjadi kecewa..

Monday, 1 December 2014

parent think


--


..sepertinya harus selalu belajar ilmu parenting 
karena 
ujiannya suka ndak terjadwal,
bisa kapan sajalah semau-maunya..




--