Friday, 24 January 2025

jumat mubarok

1. randomly masak nasi kuning, telor dadar, tempe orek
2. COD puding mosaic di mbak nita s tebu
3. antar kakak sekolah
4. antar ayi sekolah
5. pulang, petik bunga
6. finishing orderan mama azza
7. COD phone strap mama azza (ternyata kecelik orangnya wes ucul)
8. ke mbah nami (karena tetanggaan sama mama azza)
9. ke makam
10. jemput kakak (nunggu kelamaan ga pulang² akhirnya ditinggal ke sekolah ayi
11. jemput ayi
12. rapat paguyuban kelas B
13. COD sama bu sri mama azza yg td pagi gagal
14. ketiduran 20 menit
15. ke spx tapi belok dulu ke no. 16
16. beli martabak manis di abang² slawi
17. pulang, istirahat bentar
18. bikin puding buat sekolah ayi besok pagi
19. rebahan akhirnyaaaaa, saat ini jam menunjukkan pukul 22.36 😎

Wednesday, 20 November 2024

mimpi

baru saja selesai menemani ayi membaca buku dongeng, iya dia yang baca, meskipun masih terbata-bata, it's oke ayi..

sebenernya daribjam setengah 8 udah berasa ngantuk berat, cuma kebanyakan ina inu sama ayi, yang tetiba random aja minta diambilin makan, minta dibacain dongeng tpi akhirnya dia yang baca, dongengbbuah dan sayut series : dolkis si pemalas..

belim selesai dongeng itu dibaca, dia pun memituskan untuk mengakhiri sesi ini..

.
.
.
yobe continued  ngantuk berat, ketikannya udaj banyak yang ngaco

Sunday, 20 October 2024

cara terbaik untuk....

hai mas..
kupikir cara terbaik untuk beranjak dari kesedihan akan kepergianmu adalah dengan mengurangi intensitasku mengunjungi pusaramu..
cara lain yaitu dengan terus menyibukkan diri dengan banyak hal, terus mengeksplor kemampuan rajutku, menerima banyak orderan ini itu.. 

aku tidak khawatir mengenai rezeki materi tentang bagaimana untuk menghidupi anak-anak, bagaimana membuat dapur tetap mengebul, bagaimana agar anak-anak tetap terjamin sekolah dan gizinya, tidak..

aku, sedari dulu adalah orang yang tidak pernah berpangku tangan, aku selalu ingin tetap berpenghasilan, maka sepeninggalmu aku tidak risau mengenai hal-hal yang bersifat materi, aku tidak memforsir jiwa ragaku untuk menerima orderan ini itu semata untuk materi, tidak..

aku masih berpikir untuk menjaga perasaanmu, ya sama seperti rasanya kamu masih ada, aku tidak ingin kamu merasa menyesal telah meninggalkan aku begitu cepat, sehingga aku harus bekerja keras tak tau waktu, sesungguhnya tidak seperti itu..

kerja keras tak tau waktu yang sedang kujalani saat ini adalah semata untuk menghiburku, membunuh waktu-waltu yang kosong tanpa kamu, dan percayalah billahi aku mengerjakan semuanya dengan perasaan suka cita, kamu sangat tau betul bagaimana aku menyukai aktivitas ini

dan, kamu adalah orang yang selalu mendukung setiap keputusan-keputusan ku, yang bagimu tentunya tidak membahayakan aku..

maaf, hari ini aku menangis lagi mengenangmu, mas..

hari ini hawanya ndae banget versi aku, dan molor luver banget versi kamu, di sela-sela aku mengerjakan orderan amigurumi baby duck tiba-tiba saja aku semelankolis itu mengingat kamu..

ada banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu sesungguhnya, harga benang onitsuga tiap bulan naik seiring dengan naiknya admin seller di shopee mas, belum lagi kebijakan shipping yang bberubah-ubah dari shopee, kalau dipikir2 betulan rasanya kepalaku mau pecah sih, tapi ya udah ga perlu terlalu berat dipikirkan..

ah, jadi ingat kamu dulu adalah orang yang selalu bilang "beli aja lagi benangnya, beli yang ndae belum ada warnanya, coba aja beli gih, ga tau teksturnya kan kalau nggak coba beli, dan lain lain dan lain"
.
duh, nangis lagi ini bisa-bisa kalau diterusin, udah ah.. 

Saturday, 8 June 2024

mas...

pada suatu malam minggu di awal bulan juni, sore ini baru saja turun hujan, lumayan deras untuk ukuran musim kemarau..
tulisan ini random, aku rindu kamu, mas.. 
aku tidak yakin apakah aku mampu menyelesaikan tulisan inindalam satu judul postingan utuh dan tidak ngalor ngidul topiknya?
rasanya ingin menyudahi saja tulisan ini saat ini juga, aku sedang berjuang melawan gemuruh dari dalam dadaku saat ini, sekarang ini, sambil mengetik deretan huruf ini, ya Allah rasanya ingin meledak, kerinduanku membuncah, sungguh..
tidak tidak, sama sekali bukan untuk urusan birahi, sungguh aku sedang rindu sekedar untuk bersenda gurau, bersandar di pundaknya, didengarkan segala keluh kesahku, dan.....
ya Allah runtuh sudah pada akhirnya benteng pertahananku, maaf mas aku menangis lagi, sekarang, saat ini, sambil mengetik ini, mengenangmu dalam sepi, sesenggukan dalam kepiluan, disaksikan oleh tembok dingin  serupa kerinduan yang mendalam, teramat dalam..
mas, aku rindu.. sungguh.. 
gemuruh di dadaku rasanya hampir meledak saja rasanya.. 
celakanya tangisku semakin tak terbendung sekarang
nafasku tersengal, bulir2 air mata memenuhi seluruh mataku, buram sekali rasanya.. 
sudah ya, aku ga kuat lagi, kalau bukan aku sendiri siapa lagi yang akan menenangkan diriku sendiri sekarang? iya kan..