Saturday, 8 June 2024

mas...

pada suatu malam minggu di awal bulan juni, sore ini baru saja turun hujan, lumayan deras untuk ukuran musim kemarau..
tulisan ini random, aku rindu kamu, mas.. 
aku tidak yakin apakah aku mampu menyelesaikan tulisan inindalam satu judul postingan utuh dan tidak ngalor ngidul topiknya?
rasanya ingin menyudahi saja tulisan ini saat ini juga, aku sedang berjuang melawan gemuruh dari dalam dadaku saat ini, sekarang ini, sambil mengetik deretan huruf ini, ya Allah rasanya ingin meledak, kerinduanku membuncah, sungguh..
tidak tidak, sama sekali bukan untuk urusan birahi, sungguh aku sedang rindu sekedar untuk bersenda gurau, bersandar di pundaknya, didengarkan segala keluh kesahku, dan.....
ya Allah runtuh sudah pada akhirnya benteng pertahananku, maaf mas aku menangis lagi, sekarang, saat ini, sambil mengetik ini, mengenangmu dalam sepi, sesenggukan dalam kepiluan, disaksikan oleh tembok dingin  serupa kerinduan yang mendalam, teramat dalam..
mas, aku rindu.. sungguh.. 
gemuruh di dadaku rasanya hampir meledak saja rasanya.. 
celakanya tangisku semakin tak terbendung sekarang
nafasku tersengal, bulir2 air mata memenuhi seluruh mataku, buram sekali rasanya.. 
sudah ya, aku ga kuat lagi, kalau bukan aku sendiri siapa lagi yang akan menenangkan diriku sendiri sekarang? iya kan.. 

Wednesday, 27 March 2024

pada suatu rabu pukul 2 dini hari

mengingatmu..
mengenangmu.. 
lewat alunan lagu-lagu yang sering kita putar kala itu..
ada banyak perbedaan mendasar antara aku dan kamu yang justru akhirnya malah menyatukan kita.. 
kamu adalah orang yang musik banget, paham nada dan menilai keindahan musik ya karena musik itu sendiri, sedang aku adalah orang yang buta nada, aku menikmati dan menilai keindahan musik yang pertama adalah dari liriknya.. namun hal yang menyatukan kita adalah kita sama-sama pendengar musik yang baik..
rasa-rasanya tidak ada timeline waktu yang terlewat tanpa kita mendengarkan musik..
ada banyak lagu yang sering kita putar, banyak sekali, kamu bahkan membuat playlist lagu yang "ndae banget" katamu
lalu kita kini aku mendengar lagu-lagu itu sendiri, tidak mungkin aku serta merta melewatkan liriknya begitu saja, banyangan-bayangan ketika bersamamu akan senantiasa berseliweran dengan liar di kepalaku, di relung hatiku yang terdalam, menghujam jantungku, dan perih sekali rasanya mengingat ketika kita menyenandungkan lagu-lagu itu bersama..
hai kamu kekasih hati, aku merindumu dengan sangat, tanpa rencana, tanpa aba-aba..
pada suatu rabu pukul 2 dini hari menjelang sahur ke-17 ramadhan kedua tanpamu 

Monday, 12 February 2024

move on apaan

move on apaan, hahaha..
baru juga kemarin kutuliskan move on dan lain-lain dan lain-lain
malamnya tanpa menunggu jeda hari aku langsung memimpikan kamu
sampai aku tidak tahu lagi mana batas halusinansi dan kenyataan yang sebenarnya terjadi
benarkah aku bermimpi? atau hanya sekadar halusinasi? atau ilusi?ya Allah.. 😭

Sunday, 11 February 2024

move on (?)

orang berkata bahwa aku berhak bahagia, bahwa aku harus bisa move on, bahwa aku harus membuka hati, bahwa aku harus bisa mengikhlaskan kepergianmu, bahwa aku harus bisa merelakan ketiadaanmu, bahwa aku harus bisa ini itu.. 
aku tahu semata karena orang peduli terhadapku, karena orang menyayangiku, karena mereka mungkin kasihan melihatku
yang orang tidak benar-benar tahu adalah seberapa dalam aku kehilangan kamu, seberapa berarti kamu di hidupku, orang tidak tahu bahwa ketika aku berkunjung ke tempat peristirahatanmu yang kurasakan adalah aku ingin sesering mungkin aku kembali, sesering mungkin aku bercerita tentang apa saja di sana, bersama kamu.. 
suatu ketika angan-anganku menerawang jauh sekali, seandainya jika nanti pada suatu waktu ada seseorang yang akhirnya bersanding denganku, bisakah aku tidak membandingkannya dengan kamu? karena sesungguhnya sampai detik ini
di relung hatiku terdalam sesungguhnya masih tetap dan selalu kamu..