*sebelumnya saya kasih desclaimer dulu, tulisan ini aslinya saya bikin di tanggal 7 November 2015 dan ngendon selama setahun lebih di draft saya, hari ini akhirnya setelah mengalahkan kesibukan yang sangat padat akhirnya saya publish juga :D
Hai, setahun cepat sekali berlalu ya. Tiba-tiba saja saya
sudah ulang tahun lagi. Semakin menua, ehehe. Sama seperti tahun-tahun
sebelumnya, tidak ada perayaan spesial. Ya biasa saja. 7 November tahun ini
jatuh pada hari Sabtu, dan ga ngerti kenapa saya suka aja kalo ada tanggal
penting dan pas banget harinya hari Sabtu. J
Suami saya yang belakangan sering begadang untuk mengurus
pekerjaan online-nya pas tengah malem ngucapin selamat ulang tahun. Lah tumben.
Jaman belum nikah dulu pernah karena saking sibuknya (atau mungkin lupa) si
bapak ngucapinnya malah jam 5 sore, hahaha. Saat itu saya ya biasa saja, ga
kecewa atau gimana karena tanggal 7 November kan ga cuma jam 12 malem. Justru
seingat saya selama 8 tahun mengenalnya, baru 2 kali suami saya mengucapkan
selamat ulang tahun tepat jam 12 malam.
Saya memang tidak pernah secara special merayakan hari-hari
penting di hidup saya. Bagi saya cukup dengan mengingat moment special di
tanggal penting itu jauh lebih berarti, hihi. Pun demikian dengan suami saya
lho ternyata. Itulah mengapa saya merasa sangat cocok dengannya, hahaha. Oya,
saya pernah sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu secara tumben-tumbenan memberikan
kado ulang tahun untuknya. Sendal jepit merk Swallow yang sedikit kekecilan
karena ukuran kaki suami saya yang aduhai sekali panjangnya. Bukan tanpa alasan
saya memberinya kado itu. Saat itu kami belum menikah dan masih berhubungan
jarak jauh pun jarang bertemu. Kebetulan pas tanggal ulang tahunnya jadwal kami
sedikit longgar dan memungkinkan untuknya datang ke Malang. Perjalanan panjang
Malang-Jakarta membuat sandalnya putus, ya padahal cumin duduk aja juga di
kereta. :p Jadilah saya membeli sandal jepit sekalian sebagai kado, kekeke.. :p
(maafkan kekacauan saya)
Tidak ada perayaan, tidak ada kado, saya pun tidak masak
makanan menu khusus. Setiap detik berlalu seperti biasa saja. Seperti hari-hari
sebelumnya. Gerah yang tak tertahankan karena musim kemarau yang terlalu
panjang dan hujan yang tak kunjung datang. Bahkan sempat penunjuk cuaca di hape
saya menunjukkan bahwa suhu di sini mencapai 34oC padahal biasanya
ya sekitar 24oC. Semacam di kota asal suami saya, Jakarta. Sinar
matahari datang tepat pada waktunya dan memanggang bumi sampai sekitar jam 2
siang lalu datang mendung tebal bergelayut di langit tapi tak juga berakhir
dengan titik-titik hujan. Terus menerus seperti itu macam siklus rutin selama
beberapa hari. Walhasil malamnya kipas angin terus berputar minimal sampai jam
2 pagi. Ya karena saking gerahnya dunia. Dan dalam hati saya pun memang
meridukannya, hujan..
Hari ini saya hanya tidak ingin ngapa-ngapain, kebetulan
semua jadwal les libur di hari Sabtu dan Minggu. Saya ingin sejenak rehat dari
rutinitas yang padat dan mendinginkan kepala karena rasanya sudah sangat panas
dan ngebul otak saya ini. Ngajar les aja capek bu? Ehehe. Emang iya kok, kadang
kita butuh istirahat juga kan? Butuh liburan, tapi minggu ini saya tidak ada
rencana untuk kemana-mana. Cukup di rumah saja.
Jam setengah 12 siang eh kok gluduk-gluduk dari langit dan
aaaaakkkk HUJAAAAAAN!! Senengnya sungguhlah saya. Kebetulan Hyu belum tidur
siang, dianya malah heboh lari dari ruang tamu ke belakang terus bolak balik
dan tiba-tiba hilang. Saya panggil berulang, dia tidak menyahut juga, lah ternyata
dia duduk di samping rumah, di dekat garasi, di atas kursi rotan peninggalan
bapak saya. Di sana memang hujan bisa dilihat dengan jelas. Hyu menyukai hujan
seperti saya dan suami. Dia sampai ga mau beranjak dari kursi itu. Lah kan
capek juga ngliatin hujan mulu..
Tuhan memang selalu maha baik. Hujan, kado yang sungguh
membahagiakan di ulang tahun ke-26 saya.
Alhamdulillahirobbilalamiin..
No comments:
Post a Comment
tulung kalo komen jangan pake anonim ya, tenks..