Wednesday, 12 December 2012

Sumbersari, empat tahun yang tidak sebentar..



Di sinilah tempat pertama numpang hidup selama di Malang waktu kuliah. Digang 4A dan berjuta kenangannya. Sebenarnya bingung harus memulai dari mana, karena 4 tahun bukan waktu yang singkat. Banyak kenangan di sana.

Lokasi gang 4 dan gang 3 tidak begitu jauh, dihubungkan oleh gang 3A, itu saja. Gang 4 nyambung dengan wilayah ITN jalan Sigura-gura 4 dan 5. Gang 4 kalau dilihat-lihat memang cukup panjang dan padat. Namun tak banyak warung2 makanan di sini.

Ada beberapa warung yang perlu digarisbawahi karena cukup memanjakan perut dan kantong anak kosan, baik di gang 3 maupun gang 4. Masing-masing warung punya keunikan tersendiri soal rasa. Ada kekhasan yang berbeda di tiap-tiap warung, ya istilahnya itu menu andalan gitu lah..


Warung injing, dari namanya saja sudah ketahuan kalau warung ini bukanya pasti pagi. Ada pecel dan urap yang murah meriah di warung ini, demenan saya di warung ini adalah bakwan jagung. Masuk kategori enak buat lidah saya, ini diakui hampir semua pelanggan warung injing.

Nasi Goreng “Pak Boz”. Saya juga ga tau kenapa dinamai Nasgor Pak Boz, saya taunya dari mbak kos saya. Ini tempatnya deket banget sama kosan. Warung ini menyediakan lalapan dan nasi goreng. FYI, tiap beli nasi goreng pasti dikasi telor dadar walaupun kita ga pesen spesial pake telor. Bukanya habis maghrib, jam2nya orang kelaperan. Keseringan warung ini cuman dilewatin aja, kasarannya ga begitu laku. Eh tapi jangan salah, ternyata warung ini rame pol. Pernah waktu itu beberapa kali saya lewat depan situ jam 9an, bujuboneng rame banget yang ngantri, dan semuanya cowok. Pantesan masih bertahan jualan lha wong ramenya pas ga ketauan orang.. Oiya, ini warung persis di depan kosan Nisa mentor.

Nasi goreng Cakman. Kata teteh Dede (mbak kosku) yang jualan orangnya cunihin alisan ganjen. Hahaha. Emang sih. Ini bukan warung, tapi gerobang dorong kaki lima yang mangkalnya di pertigaan pas mau ke arah Sigura-gura n deket sama gang 3A. Ini spesial. Kenapa? Karena melayani orderan via SMS, tapi ga dilivery. Saya hampir pasti pesen ke Cakman lewat SMS soalnya yang beli banyak banget. Males ngantrinya, mana Cakmanya orangnya pelupa lagi. Ntar kalau udah jadi pesenan kita, Cakman bakal SMS “mbak suda”

Ada lagi warung2 nasi di gang 4, tapi saya lebih sering beli di gang 3. Bukannya apa-apa, tapi emang kurang cocok sama lidah saya dan ada juga warung yang jadi tempat nongkrongnya kaum adam, males belinya. Ada warung Bambu, Alamanda, warung Barokah (deket kuburan). Cukup buat gang 4, lanjut ke gang 3.

Dari depan gapura. Ada warung “wartel”. Nama2 yang saya tulis ini rata2 emang bukan nama resmi si warung. Ini adalah nama2 yang diberikan oleh anak kosan biar gampang. Warung ini buka dari pagi sampai sore, jam 4an biasanya. Sayurnya murah dan banyak. Ada pizza mie yang cukup gurih buat lidah. Jam trafficnya itu jam 08.30an, ngantrinya ngular ampe ke luar-luar. Saran aja, kalau belinya jam 1an siang pasti ga ngantri.

Warung Lalapan “Bu Iin”. Seneng saya sama masakan di sini, namanya juga lalapan jadi ya sedia lalapan. Potongan ayamnya gede2, kalau belinya sebelum dzuhur, di atas jam 12 bisa dipastiin tinggal yang kecil2. Eh tapi porsinya itu porsi kuli..

Warung Bu Endel. Ini juga warung lalapan. Bukanya dari sore sekitar ashar jam 3an sampe malem. Jadi warung ini buka pas warung Bu Iin udah mau tutup n anak kuliahan pas jam2nya pulang. Banyak sih menunya, ada menu bakar2an juga. Cuman malenya kalo di warung ini nganytrinya suka panjang n tempat antriannya kecil.. So bisa dibilang ga begiru sering beli di sini..

Lalapan Bu Siti, bukanya jam 4 sore. Ini warung pas jaman maba jadi tempat sukannya si Itte soalnya ada ayam bakar yang bumbunya “ndledek2” Bedanya sama warung Bu Endel di Bu Siti itu ayam bakarnya udah dibakar duluan, jadi tinggal celup sambel bakar aja.. Menu yang sering saya beli di sini jamur krispi, enak, tapi suka kebanyakan porsinya kalo buat saya. Di warung ini nasinya ada 2 macem, nasi putih n nasi kuning,,

Warung Kuning. Tempatnya di depan Bu Siti, kalo mendekati maghrib warung ini suka saingan sama Bu Siti. Tapi yang di jual beda. Kalo di warung kuning yang dijual itu maskan campur2, nah kalo sore ada menu tahu telor yang cihuy. Harganya standar, rasanya yahud dan ngangenin..

Eh ada lagi, di deket warung Bu Endel ada Warung mbak Eli. Tadinya pas jaman saya maba mbak Eli cuman jualan es jus dan gado2. Lama-lama jualan bakso juga, mie ayam juga, n tempura + pempek juga. Gado2nya seger dan murah..
----

Karena 4 tahun itu tidaklah sebentar, sering saya kangen sama lingkungan sana. Kerinduan itu juga yang menginspirasi saya buat bikin postingan ini.. :)

Tuesday, 4 December 2012

Di satu Selasa yang basah, merindukan masa kuliah..

Merindukan masa-masa ini..

pagi2 rebutan kamar mandi

ngarep-sengarep-ngarepnya pagi2 ujan gede, biar bisa Te.A

sms tetangga terdekat *mentor*, "ada tugas ga?"

rajin ngampus dalam kondisi laporan praktikum blm kelar  

rajin ngampus dalam kondisi ga bawa print out (atau bahkan potokopian) slide dr dosen  

sering belajar pretest di tengah kuliah berlangsung ~oh praktikum biokim kala itu ~~  

sering telat ngampus gara2 ngeprint jurnal demi praktikum..  

pernah dan sering punya pikiran buat nyepetin jam di kelas sebelum kuliah dimulai, biar ga lama2 kuliahnya  

sekarang kalo liat adek tingkat pada kaya gitu, dalam hati cuma "halah wes tau biyen" :D  

-------------
kalo dibaca-baca kok kayanya ga pernah jadi mahasiswa bener ya selama kuliah. But it was real. Itulah saya (dan teman-teman saya) semasa kuliah.. Masa-masa yang ngangenin. :)

Friday, 9 November 2012

sebuah perspektif : tujuan hidup itu tidak hidup

Lahir, tumbuh, sekolah, (mungkin) kuliah, kerja, sukses, menikah, punya anak, melahirkan anak, menumbuhkan anak, menyekolahkan, menua, mati.. Tahap-tahap kehidupan yang sudah sangat umum bagi manusia dan sepertinya sudah menjadi lingkaran setan sebuah kehidupan. Tapi Tuhan itu menciptakan kita sebagai makhluk yang berbeda-beda entah dari segi keimanan, ekonomi, dan apapun itu walaupun tidak mengubah posisi kita di mataNya sedikitpun. Namun status sosial terkadang seolah-olah membuat kita berbeda satu sama lain. Mereka yang beruntung terlahir dari keluarga yang berkecukupan dinilai memiliki poin lebih dibanding yang (maaf) mereka yang kurang beruntung.. Hmmm..

Kebanyakan orang tua menginginkan anaknya setelah selesai sekolah dapat bekerja, meraih jabatan yang tinggi, sukses secara finansial, menikah dengan orang yang mapan, hidup serba ada, kebanyakan sih walaupun tidak semuanya. Ada pula seorang anak yang menargetkan dirinya mendapat prestasi cemerlang saat sekolah, lalu mudah mendapat pekerjaan dengan posisi yang bisa dibilang wah dengan gaji yang cukup wah pula lalu menikah dengan seorang yang berada. Itu dibilang sukses. Saya jadi bingung, sebenarnya kriteria seseorang dibilang sukses itu seperti apa? hehe..

Di sisi lain, ada yang orang tua tidak menuntut apa-apa dari anaknya, meskipun harapan untuk anaknya bisa hidup enak itu tetap ada. Namun mereka menyadari bahwa ada batas-batas tertentu yang tidak bisa diterobos oleh orang tua karena batas itu adalah hak anaknya. Hak untuk menentukan pilihan hidupnya. Banyak pula anak yang tidak mematok kesuksesannya adalah dengan mendapatkan pekerjaan, gaji, jodoh, atau apapun yang menyilaukan mata orang lain, yang penting bahagia. Di mana anak itu menilai tingkat kesuksesannya di dunia ya kebahagiaan yang diraihnya itu. Saya rasa sah-sah saja setiap orang memilki kriteria tertentu untuk kesuksesannya. Orang berhak menentukan jalan hidupnya, tetapi Tuhan lebih berhak memutuskan jalan itu cukup layak atau tidak untuk dilewati oleh orang itu. Tssaaah..

Tapi setelah saya pikir-pikir, adalah salah besar bila seseorang menganggap bahwa tujuan hidupnya adalah sukses dalam artian duniawi. Kenapa? Tiba-tiba saya menganalogikan kehidupan ini seperti mendaki gunung. Apakah tujuan orang mendaki gunung adalah mencapai puncak? TIDAK! Saya yakin pendaki ulung dari belahan dunia manapun pasti memiliki kekhawatiran kalau-kalau dia tersesat, hilang, dan tidak ditemukan dalam pendakian yang sedang dia jalani itu. Jadi saya berkesimpulan bahwa tujuan orang mendaki gunung bukanlah mencapai puncak, tetapi selamat sampai rumah dan kembali bertemu keluarga, teman, serta sanak saudaranya. (Silakan mengangguk kalau yang saya tulis ini benar). Sejatinya begitulah kehidupan di  mata saya, tujuan hidup seseorang sebenarnya bukanlah meraih kesuksesan tetapi mati dalam keadaan iman, sejenak mari kita renungkan..

Thursday, 1 November 2012

november rain - guns and roses



di satu sore, seusai hujan yang hanya numpang lewat,
bersamamu, menghabiskan senja,
menanti pelangi yang pada akhirnya kita ciptakan sendiri, 

hingga detik ini menyapa
awan masih menyelimuti langit sore ini..

meski pelangi tak kunjung tiba,
namun damai yang terasa tak kan pernah tergantikan ketika di sanding olehmu, kasih..
----
when i look into your eyes
i can see a love restrained
but darlin' when i hold you
don't you know i feel the same

'cause nothin' lasts forever
and we both know hearts can change
and it's hard to hold a candle
in the cold november rain

we've been through this such a long long time
just tryin' to kill the pain

but lovers always come and lovers always go
an
d no one's really sure who's lettin' go today
walking away

if we could take the time
to lay it on the line
i could rest my head
just knowin' that you were mine
all mine
so if you want to love me
then darlin' don't refrain
or i'll just end up walkin'
in the cold november rain



do you need some time...on your own
do you need some time...all alone
everybody needs some time...
on their own
don't you know you need some time...all alone

i know it's hard to keep an open heart
when even friends seem out to harm you
but if you could heal a broken heart
wouldn't time be out to charm you

sometimes i need some time...on my
own
sometimes i need some time...all alone
everybody needs some time...
on their own
don't you know you need some time...all alone

and when your fears subside
and shadows still remain
i know that you can love me
when there's no one left to blame
so never mind the darkness
we still can find a way
'cause nothin' lasts forever
even cold november rain

don't ya think that you need somebody
don't ya think that you need someone
everybody needs somebody
you're not the only one..
you're not the only one