Showing posts with label pandangan saya secara subjektif. Show all posts
Showing posts with label pandangan saya secara subjektif. Show all posts

Friday, 9 November 2012

sebuah perspektif : tujuan hidup itu tidak hidup

Lahir, tumbuh, sekolah, (mungkin) kuliah, kerja, sukses, menikah, punya anak, melahirkan anak, menumbuhkan anak, menyekolahkan, menua, mati.. Tahap-tahap kehidupan yang sudah sangat umum bagi manusia dan sepertinya sudah menjadi lingkaran setan sebuah kehidupan. Tapi Tuhan itu menciptakan kita sebagai makhluk yang berbeda-beda entah dari segi keimanan, ekonomi, dan apapun itu walaupun tidak mengubah posisi kita di mataNya sedikitpun. Namun status sosial terkadang seolah-olah membuat kita berbeda satu sama lain. Mereka yang beruntung terlahir dari keluarga yang berkecukupan dinilai memiliki poin lebih dibanding yang (maaf) mereka yang kurang beruntung.. Hmmm..

Kebanyakan orang tua menginginkan anaknya setelah selesai sekolah dapat bekerja, meraih jabatan yang tinggi, sukses secara finansial, menikah dengan orang yang mapan, hidup serba ada, kebanyakan sih walaupun tidak semuanya. Ada pula seorang anak yang menargetkan dirinya mendapat prestasi cemerlang saat sekolah, lalu mudah mendapat pekerjaan dengan posisi yang bisa dibilang wah dengan gaji yang cukup wah pula lalu menikah dengan seorang yang berada. Itu dibilang sukses. Saya jadi bingung, sebenarnya kriteria seseorang dibilang sukses itu seperti apa? hehe..

Di sisi lain, ada yang orang tua tidak menuntut apa-apa dari anaknya, meskipun harapan untuk anaknya bisa hidup enak itu tetap ada. Namun mereka menyadari bahwa ada batas-batas tertentu yang tidak bisa diterobos oleh orang tua karena batas itu adalah hak anaknya. Hak untuk menentukan pilihan hidupnya. Banyak pula anak yang tidak mematok kesuksesannya adalah dengan mendapatkan pekerjaan, gaji, jodoh, atau apapun yang menyilaukan mata orang lain, yang penting bahagia. Di mana anak itu menilai tingkat kesuksesannya di dunia ya kebahagiaan yang diraihnya itu. Saya rasa sah-sah saja setiap orang memilki kriteria tertentu untuk kesuksesannya. Orang berhak menentukan jalan hidupnya, tetapi Tuhan lebih berhak memutuskan jalan itu cukup layak atau tidak untuk dilewati oleh orang itu. Tssaaah..

Tapi setelah saya pikir-pikir, adalah salah besar bila seseorang menganggap bahwa tujuan hidupnya adalah sukses dalam artian duniawi. Kenapa? Tiba-tiba saya menganalogikan kehidupan ini seperti mendaki gunung. Apakah tujuan orang mendaki gunung adalah mencapai puncak? TIDAK! Saya yakin pendaki ulung dari belahan dunia manapun pasti memiliki kekhawatiran kalau-kalau dia tersesat, hilang, dan tidak ditemukan dalam pendakian yang sedang dia jalani itu. Jadi saya berkesimpulan bahwa tujuan orang mendaki gunung bukanlah mencapai puncak, tetapi selamat sampai rumah dan kembali bertemu keluarga, teman, serta sanak saudaranya. (Silakan mengangguk kalau yang saya tulis ini benar). Sejatinya begitulah kehidupan di  mata saya, tujuan hidup seseorang sebenarnya bukanlah meraih kesuksesan tetapi mati dalam keadaan iman, sejenak mari kita renungkan..

Monday, 2 April 2012

skripsi itu............

ketika saya skripsi, saya akui saya sangat banyak belajar, apapun, iya, tidak melulu materi tentang skripsi saya. saya belajar bagaimana membaca, menulis, mendengar, mengamati, mengungkapkan sesuatu, merasakan, dan lain-lain, dan semuanya harus saya lakukan dengan baik. maka tak heran kalau setelah skripsi ada prestice yang sangat istimewa, menurut saya, yaitu lulus, walaupun akhirnya mungkin bingung, karena berganti status menjadi pengangguran.. :p

semua yang saya pelajari selama skripsi mungkin sudah saya pelajari setiap harinya, tapi yang membuat beda adalah apa-apa yang saya baca tidak melulu jurnal atau buku-buku tebal, yang saya tulis, dengar, amati, ungkapkan, dan rasakan juga tidak selalu tentang skripsi saya, tetapi keadaan. keadaan yang mengharuskan saya (dan semua orang yang menempuh skripsi) untuk begini dan untuk begitu, menyikapi semua masalah dengan jujur, sabar, dan tegar. karena saya orang MIPA (kimia, khususnya) dan tidak tau untuk urusan fakultas pun jurusan lain, bahwasanya skripsi itu perjuangan, benar-benar perjuangan, tetapi akan indah pada waktunya, Man Jadda wa Jada..

sekali lagi saya membuat postingan random, karena sekali lagi saya sangat merasa ingin menulis tetapi tidak tau apa yang sedang ingin saya tulis. kalo boleh minjem kata-kata punya syahrini "sesuatu" ya, skripsi itu sesuatu,,

pada akhirnya selama perjalanan skripsi saya, yang awalnya saya tidak tau, saya belajar untuk memberi jeda pada hati dan otak saya bahwa saya tidak harus tau semuanya, terlepas dari materi, IPK, persahabatan, dan lain-lain, ada kalanya saya harus tau, ga mau tau, dan cukup tau, apapun itu..

------------------

Monday, 27 February 2012

cari duit itu susah


terinspirasi dari berbagai hal yang terjadi pada diri saya dan lingkungan saya.

setelah 25 hari menyelesaikan studi s1 saya, yang saya rasakan dan amati (terutama) sangat banyak, satu hari sebelum kompre, seorang kakak tingkat berkata pada saya “kompre itu senengnya cuma bentar, abis itu bingung” hal itu ternyata benar, setelah beberapa jam (kurang dari satu hari) saya kompre, saya merasakan bingung, ya bingung apa yang harus saya lakukan setelahnya, praktis saya menjadi pengangguran. eh tapi beberapa hari setelah saya lulus saya bilang “saya kan wiraswasta, jualan pulsa” (hahaha). kira-kira satu minggu sebelum saya kompre, dosen pembimbing saya bilang “kehidupan itu dimulai setelah kamu lulus.” saya merasakan kebenaran kata-kata tersebut, bagaimana tidak, saya tidak tahu pasti skenario apa yang direncakan tuhan untuk diri saya setelah saya lulus. “kita tidak tahu kapan kita pertama kali bekerja, kapan pertama kali menerima gaji, dll. berbeda dengan sekolah, setelah kelas 1 ya naik kelas 2, atau seperti halnya kuliah setelah semester 1 ya semester 2 dst, kalau sudah lulus apakah kita tahu kemana pada akhirnya kehidupan membawa kita?” begitu kata pembimbing saya.

bekal saya memang sudah cukup banyak, tetapi tidak berarti bahwa saya telah mencukupkan bekal tersebut, artinya saya tetap harus mencari bekal walaupun tidak melalui jalur formal, karena sejatinya bagi saya segala hal yang saya temui adalah guru, entah baik maupun buruk ilmu yang saya peroleh darinya setidaknya ada pelajaran dan hikmah yang bisa saya petik. hal yang tidak pernah boleh saya hentikan adalah berdusaha, berdoa, dan bersyukur.

mungkin dulu lulus dengan ipk sekian, dengan masa studi sekian, dari kampus yang sedemikian, dll merupakan sesuatu yang wah, ya! itu dulu ketika idealisme masih merajai diri saya.  saya merasakan bahwa mencari uang itu bukan hal yang mudah, saya tidak mungkin terus menerus ngemis ke ibu saya, ada saatnya dimana saya harus mandiri, berusaha mencukupi kebutuhan saya sendiri, tidak melulu menunggu kiriman bulanan dari orang tua. uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang, terlalu naïf kalau saya memungkiri kalimat itu.. :D

kesimpulan saya (walaupun agak ga nyambung), cari duit susah, maka orang-orang yang menghamburkan uang (bukan dari keringatnya sendiri) untuk sesuatu yang kurang bermanfaat sesungguhnya adalah orang yang merugi (menurut saya). semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi, aamiin..

----------------
terimakasih untuk para guru formal dan informal saya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu..

Saturday, 14 January 2012

akun social network dihack orang? (lanjutan)

seperti yang udah pernah saya tulis dipostingan sebelumnya, kalo belom baca klik ini!

sebelumnya kita samakan dulu persepsi kita, bahwa orang yang kena hack itu adalah orang yang onlinenya di rumah (bukan di warnet, di laptop or PC orang laen), oke lanjuuuuuuuut..

sebenernya bener kata bang napi, kejahatan tidak muncul karena ada niat pelakunya (saja) tapi juga karena ada kesempatan, waspadalah!

kenapa kata bang napi bener?
iyalah, coba dipikir, sebagai empunya akun kita sepatutnya lah ya merawat itu aku sebaik mungkin, duhkah mbulet, intinya gini aje dah, ada banyak sebab kenapa akun kita bisa sampe dibobol orang, utamanya akun fb nih ya,,

salah juga sebenernya kalo kita nyudutin si pelaku, loh gimana enggak, balik lagi ngerujuk yang dibilang bang napi, bukan cuman karena ada niat dari pelakunya tapi juga karena kesempatan titik. kesempatan itu misalnya:

1. ada beberapa orang yang sembarangan nge- atau di-add oleh orang2 yang dia sendiri ga kenal..
FYI saya paling males ngeadd atau meng-confirm orang ya sekiranya saya ga kenal2 banget, kadang yang banyak mutual friendnya aja saya cuekin, weh jahat banget yak, bukan apa2 sih, daripada tar malah ta'remove kan ya?

2. kebanyakan orang ga memperhatikan security akun (fb)nya.
misal nih ya, alamat imel dibiarin nampang begitu aja, sebenernya menurut saya, pemajangan alamat email di depan khalayak itu sangat2 ga aman, iya donk, bayangin kalo alamat email anda dibaca orang usil, terus itu orang menjalankan keusilannya buka2 forgot password email anda, dan nemu, gimana hayo? 

3. kebanyakan orang, seperti yang pernah saya obrolin dengan meme, menjadikan akun facebook itu sebagai lapak, iya, lapak buat nasis2an, mengumbar kemesraan, dan curhat, (ini hasil RT2an saya sama meme di twitter lho yaaa, ga ada maksud nyindir :p). hubungannya apa lapak facebook sama hack2an? erat sodara2, ketika anda memajang foto(2) dan ngetag ke temen2 anda, yang notabene anda ga kenal2 banget seperti pada point 1 di atas, dan anda tidak memberikan security yang tinggi, bayangkan? lengkap sudah kan ya akun fb anda jadi ajang para pelaku keusilan dunia maya, apalagi kalo anda cakep, cantik, dan rupawan..

so, konklusinya adalah, sebisa mungkin jangan hanya melulu menyalahkan para hacker yang mengambil akun anda, tapi ada baiknya jika kita sama2 introspeksi diri apakah kita sudah cukup menutup celah kesempatan para hacker mengusili kita ataukah belum..



pelajaran dari a.m

ini salah satu temen saya, Riski Achmad Maulana, biasa dipanggil a.m, asli arema (daerah kota lama). saya ngambil pelajaran dari statusnya barusan di fb..

sahabat sejati tau kelemahanmu tapi tak selalu menguatkanmu.. tau rasa takutmu tapi dia memotivasimu untuk berani..

lalu kata saya:
"memotivasi untuk berani mengakui kesalahan (pun bertanggung jawab atas itu),, tidak melulu melindungi atau membela kita, padahal kitanya salah.."
14 januari 2012
menurut saya, sebenernya bukan tentang persahabatan aja sih, salah satu perwujudan orang menyayangi kita itu ya dengan sebuah kritikan, tidak melulu melindungi kita, jelas, kita bukan makhluk yang sempurna, dan ini sudah sering digembar-gemborkan orang, kita tempatnya khilaf, tempatnya salah, ya memang..

lalu apakah kalo kita salah, terus kita tetep harus dibela? ya nggak kan ya? menurut saya pribadi, orang yang mengingatkan saya ketika saya salah adalah orang yang sebenernya sangat menyayangi saya, kritikan itu adalah wujud perhatiannya atas diri saya, dan justru orang yang selalu membela saya, pun bahkan ketika saya salah sejatinya perlahan dialah yang mengantarkan saya ke gerbang kehancuran..

bukan maksud saya memandang sebelah mata mereka2 yang selalu mendukung saya, tapi sejujurnya kritikan itu justru pendukung terbesar bagi diri saya untuk maju, dan mereka2 yang selalu menyepakati keputusan dan perilaku saya sebenernya adalah membiarkan saya tidak berkembang karena saya tetap pada mainset yang salah, yang apatis jadinya, sampai kapanpun yang namanya putih ya putih dan hitam tetaplah hitam..
--------

:D

akun social network dihack?


baru2 ini, saya mendapati akun fb dari salah satu teman saya (teman lho ya, bukan sodara) di hack orang, sebenernya paradigma yang selama ini saya pegang adalah orang yang ngehack fb atau akun apapun punya orang lain adalah orang yang sangat2 ga punya kerjaan, ya buat apa to ya? bikin sendiri kan gampang, tinggal bikin email, bikin akun di fb, verify lagi di email, beres lah sudah itu akun fb, maklum orang indonesia banyak yang keranjingan sama akun ini..

dulu saya juga pernah mendapati akun fb kakak tingkat saya dihack orang, ya itu sih kalo kata saya wajar, demi uang belakangan ini orang jadi doyan ngapain aja, waktu itu punya kakak tingkat saya dihack karena dia punya banyak chip poker sampe 50M+ kalo ga salah..

balik lagi ke temen saya ini, awalnya sih saya masih n tetep mikir kalo yang ngehack itu kurang kerjaan buanget, eh tapi lama2 kalo saya usut2, kadang kita memberi celah pada orang lain sehingga orang lain bisa membobol akun kita dengan begitu mudahnya. bingung? wajar!

celah itu misalnya dari beberapa sumber, ini versi saya, saya cuman membaca dari apa2 yang terjadi disekitar saya, HADIR DI POSTINGAN BERIKUTNYA.. :D

Thursday, 5 January 2012

sejujurnya..

seneng, ngeliat orang yg kita sayang itu seneng, walo ga sama kita, dan walo kadang nyesek juga.. :)


yahsudahlah, ambil hikmahnya aja, kalimat ini emang sederhana banget, tapi dalemnya ga keruan..

setidaknya hikmah yang bisa kuambil itu emang jauh lebih banyak atas kejadian2 yang belakangan mewarnai hari2ku, zzz..


ketika sesorang bersamamu selama beberapa tahun, walo belum ada lima tahun, dan walo ga melulu tentang cinta, dan lalu tiba2 seseorang itu tak lagi bersamamu, satu hal yang pasti terasa adalah kehilangan, yes! tak terelakkan itu.. tapi sejujurnya ada makna dibalik semua pertanda, setelah dia tak lagi dengan kita, entah meninggalkan atau kitanya yang pergi, yang kualami dan kurasakan adalah: aku jadi tahu siapa dia sebenarnya, mungkin ketika bersamaku dia tak pernah bisa menjadi dirinya sendiri, terbatas atas kepribadianku yang seperti ini, yang tak selalu bisa dengan sepenuhnya diterima oleh lingkunganku, mungkin dia akan cenderung mengikuti perilakuku semata karena sungkan dan ini dan itu, atau bisa juga dibilang segan..

saya berusaha positif thinking walo ga muna pikiran negatif itu selalu menyandingi setiap kali ku coba untuk berpikiran positif.. pikiran negatifku adalah seseorang yang tak lagi bersamaku tadi telah terpengaruh oleh gaya hidup yang baru dan sekejap memiliki kemampuan mimikri ala bunglon dan akibatnya adalah adanya perbedaan gaya hidup, perilaku dan sebagainya denganku, absolutely! 

tapi overall aku ikut bahagia melihat orang yang pernah bersamaku (dan kini tidak lagi) itu bahagia, jujur..

postingan ini emang random banget2an rasanya, ya sudahlah blog2ku ini yakan?

Monday, 12 December 2011

mirror means kaca!

halo.. kamu punya kaca nggak di rumah? di kosan?
kalo punya, manfaatin dengan sebaiknya, bukan cuman buat mastiin apakah muka kamu udah lebih putih dari sebelumnya, atau ada jerawat yang numbuh lagi di salah satu bagian di wajah kamu, atau sudah rata belum bedak yang kamu pake, atau mastiin maskara dan lipstik kamu sudah terlukis sebagaimana mestinya, hingga kamu terasa *cantik (di mata kamu)
----
kenapa ga coba untuk melihat diri kamu lebih dalam, terlebih saat matamu baru terbuka di pagi buta, tanyakan apakah yang kamu lihat di depan kaca itu memang benar kamu? atau jelmaan baru kamu yang nggak lagi dikenal orang di sekitarmu?
----
setiap kamu mungkin merasa hidupmu sudah cukup sempurna ketika menemukan seseorang yang menjadi kekasihmu (atau pacarmu), apalagi di usia yang bisa si kata nanggung, ya nanggung, di kata anak kecil udah nggak lagi, dikata remaja ya kayanya udah lewat, dikata dewasa kok kayanya juga masih belom, wong kamunya aja masih 4l4Y gitu..
* kata raditya dika: proses hidup manusia itu ada beberapa tahap:  bayi -> anak2 -> remaja -> ALAY -> dewasa
----
ya kalo di rasa2, umur 20an mah bukan lagi waktunya buat alay2an kan ya, halo manfaatin kaca sebaik mungkin..
----

Wednesday, 23 November 2011

move on-nya anak gaul

saya suka kamu yang dulu, dengan kesederhanaan dan kerendahan hatimu,
walau tiap orang berhak berubah, tapi aku tetap lebih suka dengan sikap sederhanamu yang dulu, atau memang ini kamu yang sebenarnya? (ayuhan nur rohima, matematika Ub 2009)
------
BACA HATI-HATI DAN PELAN-PELAN AGAR TIDAK TERPELESET DENGAN KATA-KATA SAYA
bahasa gaulnya anak gaul sih move on, yap, setiap dari kita memang harus move on, bergerak, merubah keadaan diri (menjadi yang lebih baik) yang salah kaprah adalah laju globalisasi dengan laju move on orang itu menjadi sejalan tanpa ada rambu2 jalan raya, bisa dibayangkan bagaimana jalan raya yang tanpa rambu2, tanpa lampu merah yang mengharuskan kita untuk nginjek rem, lampu hijau untuk jalan, dan lampu kuning agar pasang kuda2 (atau hati2, mungkin), atau tanpa ada tanda bahwa tempat itu banyak anak kecil yang sering nyebrang jalan,?? ya, seperti jalan tol, BEBAS HAMBATAN, dan yang lebih kaprah lagi salahnya adalah kemampuan setiap orang untuk menyaring globalisasi yang masuk ke kehidupannya itu tidaklah sama, ya begitu akibatnya, anda akan menjadi orang yang jauh berbeda, anda tidak lagi dikenal oleh orang2 di lingkungan anda, anda akan menjadi orang yang seolah-olah apatis bagi lingkungan anda, anda akan menjadi orang lain di mata orang2 di sekitar anda (yang tidak setiap hari SECARA INTENS bergaul dengan anda tapi memperhatikan anda) dan kaprah lebih lanjut lagi adalah ketika orang2 di sekitar (lingkungan) anda mulai mengkritik anda dan anda hanya menanggapinya hanya dengan cuek (pun senyum, bahkan) dan atau bisa jadi anda akan meluapkan emosi atas kritikan itu karena anda tidak merasa seperti yang dikritikkan itu padahal mereka semata karena menyayangi anda..

menyayangi tidak berarti harus mencekoki anda kebahagiaan secara materi (yang kasat mata, seneng2 - red) tapi sebenarnya kritik adalah sebentuk lain wujud dari rasa sayang orang atas diri anda (EMAN -- bahasa jawanya, bukan gaul), dan ketika tanggapan anda hanya cuek (saja) sama artinya anda tidak membalas rasa sayangnya itu, dan salah besar ketika anda merasa bahwa orang lain bersikap tidak baik terhadap diri anda,,
ada baiknya kita menelaah apa2 yang orang berikan terhadap kita..

Sunday, 20 November 2011

from mumi winda's note..

ini saya ambil dari note facebook salah seorang kawan baik saya, seangkatan, anak kimia UB juga, Winda Yulia K a.k.a mommy,, klik ini buat liat akun fbnya..

mommy winda :p
Saya tak akan pernah melupakan sebuah cerita yang diberikan oleh kakak saya dalam suratnya saat saya berulang tahun yang ke 18 tahun. Pada saat itu, cerita ini menjadi cambuk bagi saya untuk dapat memilih dan menjalani jalan hidup dengan hati-hati dan penuh keyakinan. Namun saat ini, ketakutan luar biasa menghampiri saya setiap saya mengingat cerita itu, serasa saya nyaris mengalami apa yang dialami oleh tokoh dalam cerita ini. Serasa saya berada pada situasi yang dialami oleh tokoh dalam cerita ini,sebab samapai saat inipun belum menemukan apa yang dicari, bahkan mungkin bisa dibilang tidak tau apa yang sedang dicari. Ketakutan luar biasa bila sampai akhir perjalanan tidak memperoleh satu pun....
***
Suatu hari disebuah suku indian di amerika ada seorang gadis muda dari suku tetangga datang berkunjung, dia menemui kepala suku indian tersebut untuk meminta sesuatu. Gadis tersebut ingin memiliki satu tongkol jagung saja dari suku tersebut karena jagung dari suku indian itu terkenal bagus. Setelah memohon ijin akhirnya gadis tersebut diijinkan oleh ketua suku untuk memetik pohon jagung yang dia pilih. Namun sebelum gadis itu berangkat, sang ketua suku memperingatkan satu hal, bahwa gadis tersebut boleh mengambil tongkol jagung manapun yang ia mau namun dengan satu syarat, dia tidak boleh mengambil tongkol jagung yang sudah ia lewati sebelumnya. Akhirnya gadis tersebut pergi ke ladang jagung yang luas itu dan mulai meliha-lihat setiap pohon jagung di ladang itu.
Saat dia melihat-lihat pohon jagung, ada sebuah jagung yang menarik hatinya karena jagung tersebut begitu bagus kelihatannya dan besar buahnya. Saat hendak memetik jagung tersebut ia menjadi ragu dan tidak jadi memetik jagung tersebut karena ia kwatir didepan nanti akan ada jagung yang lebih bagus daripada jagung yang dia lihat sekarang. Akhirnya dia terus berjalan maju dan melihat-lihat lagi setiap pohon jagung. Setiap dia menemui pohon jagung yang dia anggap bagus, dia selalu berfikir mungkin akan ada jagung yang lebih bagus di depan sana sehingga ia selalu mengurungkan niatnya untuk memetik setiap pohon jagung yang dia anggap bagus. Pada khirnya,tanpa dia sadari ternyata dia sudah berjalan ke semua bagian dari ladang tersebut sampai akhirnya dia berjalan keluar dari ladang tanpa memperoleh satupun buah jagung.

-----------
saya cuman komen gini:
" hmm, mantapkan hati mum, jangan sesali apa yang sudah jadi pilihan kita, kita mungkin memang tak pandai dalam memilih sesuatu, tapi kita harus lebih pandai dalam mengelola pilihan kita, jangan sampai rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita, biarpun orang melihat kita biasa2 saja, tapi kalo kita bahagia dan selama itu tak mengganggu kebahagiaannya, orang mau apa..

bukankah yang berhak atas hidup kita ya kita sendiri?
:p"

Saturday, 19 November 2011

seposting untuk(nya)

melepaskan seseorang demi kebahagiaannya memang harus. dan itu harga mati. dan saya pernah. dan kini mengulangnya lagi. tak melulu tentang cinta sebenarnya. jika ke-alay-an adalah jalan yang membuatmu menjadi bahagia (meski itu tak baik untukmu, menurutku), baiklah itu memang jalanmu, kamu berhak penuh atas hidupmu. aku siapamu?

terkadang yang dibilang orang itu menunjukkan bagaimana kita di matanya lho,kalo kita menanggapinya hanya dengan senyum (saja), itu sama saja dengan kita menunjukkan bahwa kita adalah orang yang apatis, kenapa kita tidak berkaca? apa yang salah dari diri kita hingga orang bilang hal itu atas diri kita?

cuek terkadang memang perlu, tapi tak berarti kita diam dan tak berpikir atas apa2 yang terjadi..

-----
dearyou, my sista..

Wednesday, 16 November 2011

satu pelajaran lagi -- dari dhesy

aku pernah posting kan ya tentang temen seangkatanku yang super duper pinter itu, yup! dhesy (yang waktu semester 5 IPnya 4 itu lho), kalo belum baca klik ini! kurang lebih 2 atau 3 minggu kemaren dhesy ditelepon oleh mbak erna (bagian akademik) jurusan kimia, ceritanya dia dikasih tau kalo namanya terdaftar sebagai salah satu dari sekian mahasiswa yang akan disekolahkan lagi oleh DIKTI (beasiswa S2 ceritanya), wajar wong pinter, ga heran, haha..

setelah ada info2 dan sebagainya, ternyata beasiswa itu dikhususkan untuk melanjutkan studi S2 kimia dan di kimia UB pula (FYI: akreditasi S2 jurusan kimia UB masih C sodara2 - denger2 se :p), (kata dhesy ini) sebenernya dhesy ga pengen S2, untuk sekarang2 ini, pengennya gawe dulu, merasakan hasil dari jirih payah (belajar)nya selama ini, baru ntar kalo ada kesempatan (dan kemauan) dhesy bakal studi lagi, walopun sebenernya orang tuanya juga pengen n mau membiayainya sekolah lagi..

apa yang terjadi setelah tawaran beasiswa S2 itu?
dhesy menolaknya sodara2, menurut kebanyakan orang mungkin itu adalah hal yang sangat disayangkan, gimana enggak, tinggal sekolah doank, S2, beasiswa dan it means GRATIS, ya kan? dan dhesy menolaknya?
mungkin sebagian besar orang juga mikir kalo dhesy itu sok, mentang2 pinter ga mau dapet beasiswa itu, nyia2in kesempatan yang ada, mungkin lho ya..

tapi aku ga tergolong dari "kebanyakan orang" atau "sebagian besar orang" itu, salut sama dhesy, keputusannya sangat bijaksana, setidaknya itu menurutku, dhesy bukan orang yang begitu saja dengan serta merta memanfaatkan peluang yang datang padanya (meskipun itu bermanfaat untuknya - kelak), beda kan ya orang yang serakah atau rakus (cerongohan -- jawa) dengan orang yang bisa memanfaatkan peluang? beda juga kan ya orang yang menyia-nyiakan peluang  dengan orang yang memilah peluangnya secara bijaksana,,(baca pelan2 n ulangi kalo perlu)


love what you do n do what you love, dhesy bener2 menjalankan itu, dia memilih sesuatu yang selama ini diinginkannya, dia mencintai kimia dan dia ingin melakukan sesuatu atas apa yang dicintainya itu, itu yang saya suka, memutuskan sesuatu secara bijak,,

ada yang harus direlakan dan dikorbankan untuk mencapai sesuatu meskipun mungkin yang kita relakan dan korbankan itu sebenernya juga mendatangkan manfaat bagi kita, terkadang ada kalanya hasil yang kita dapatkan (nantinya) tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau rencanakan tapi justru itulah sebenernya nikmat dari usaha, bukankah orang yang behasil adalah orang mampu bangkit dari kegagalannya dan selalu mensyukuri apa2 yang diberikan Tuhan kepadanya,termasuk di dalamnya adalah kegagalan maupun kesuksesan.. (baca pelan2 n ulangi kalo perlu)

(muter lagu demasip - jangan menyerah, syukuri apa yang ada hidup adalah anugrah, tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik, Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya, bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa)
-------
tenkyu dhesy, pelajaran yang sangat berarti
^^

Monday, 14 November 2011

asisten praktikum - di mata saya

senen lagi. kabarnya minggu depan seminar kemajuan, kabarnya lho yaaa.. :D

hari ini mau ngapain?
yes! kerja, ngasisteni anak THP, materi hari ini nguji nitrat n pospat (kalo ga salah) pokonya pake UV-Vis di lab instrumentasi..

jam berapa?
jam 8 pagi, dan ini sudah jam 6.29 di desktop kanan bawah si asus dan aku belum mandi dan aku masih pake selimut dan aku masih males2san, fiuuuuuh..

iya, belakangan agak sibuk ngasisteni, ya yang kemaren2 sempet aku posting itu, emang sih mungkin ga seberapa duitnya, tapi ilmunya, ceilaaaaah *idealis banget yak* tapi suwer yang pas hari jumat itu sesuatu telah menyadarkanku, apa itu? ya! aku harus banyak belajar tentang banyak hal juga (mbulet) terutama yang dasar2 (kimia pastinya)

seperti yang dibilang sama trainerku dulu (mas herder -- waktu jaman susah -- jaman latian2 komdis -- dulu) "kamu harus punya sesuatu dulu sebelum kamu ngasih ke orang lain, apa yang mau dikasih kalo kamu sendiri ga punya sesuatu itu?"

yup, jadi asisten praktikum bukan semata karena mencari uang, tapi kita juga musti punya modal untuk sesuatu yang bakal kita berikan pada praktikan kita..

----
terimaksih laboratorium kimia fisik
mengajarkan saya banyak hal

Wednesday, 26 October 2011

pengalaman dan kesempatan (part 3)

merujuk pada postingan sebelumnya, saya sempat menyinggung saya akan membahas kaitan pengalaman dan kesempatan dengan rasa syukur, tapi setelah saya pikir-pikir rasanya lebih pas kalo dihubungkan dulu dengan introspeksi..

singkat saja, mengapa harus dihubungkan dengan introspeksi dulu daripada rasa syukur?
jelas, orang yang tidak termasuk dalam golongan orang yang bisa dimaklumi (saya tulis pada part sebelumnya) seharusnya kan bisa introspeksi diri kan yaaaaa..

ya, lalu dimana tempatnya? adalah di sela-sela pengalaman dan kesempatan.. bagaimana bisa? tentu bisa.. orang yang paham bahwa hal-hal yang pernah terjadi adalah pengalaman, lalu seharusnya orang tersebut introspeksi diri, orang yang bisa melakukan introspeksi diri secara normal adalah berusaha mewujudkannya dalam bentuk perubahan dalam rangka memanfaatkan kesempatan yang ada mengingat kesempatan tidak akan datang dua kali..

----------------------

Monday, 24 October 2011

pengalaman dan kesempatan (part 2)

baiklah, akan saya perjelas maksud saya antara pengalaman dan kesempatan pada part 1..

pada part sebelumnya saya bilang bahwa "orang" yang saya maksud adalah mereka yang cukup mampu membedakan apa itu baik dan apa itu buruk,, merujuk pada pernyataan dosen analitik tentang 3 orang yang bisa dimaklumi (anak kecil, orang gila, dan orang tua)

maka apa keterkaitan antara pengalaman dan kesempatan??

secara sederhana begini, mungkin wajar jika seseorang melakukan kesalahan, karena apa? ya! karena manusia memang tidak sempurna, tempatnya khilaf. oke, bisa diterima sebenarnya. lalu masalahnya apa? yang jadi sumber masalah adalah ketika seseorang tersebut melakukan kesalahan yang serupa (meski tak sama) secara berulang-ulang, apakah seseorang tersebut dapat dimaklumi?? sedang orang tersebut tidak termasuk dari 3 golangan orang yang harusnya dimaklumi..

sesabar apapun orang pasti juga punya cape kan? kalo bisa belajar dari pengalaman yang sudah2, maksudnya dari kesalahan yang pernah dilakukan (sebelumnya) mengapa harus terjadi kesalahan serupa lagi? (dan berulang-ulang)

satu sisi orang tersebut TIDAK MAU (bukan tidak mampu) belajar dari pengalaman (kesalahan) dan di sisi lain orang tersebut menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya.. maka jelaslah hubungan antara pengalaman dan kesempatan..

lebih jauh, erat hubungan keduanya dengan rasa syukur (next part)

-----------------

pengalaman dan kesempatan (part 1)

dari dulu saya sering mendengar kalimat "kesempatan tidak akan datang dua kali" waktu SMP saya juga sering nulis "opportunity never come back" lalu ada juga yang bilang "pengalaman itu guru terbaik" atau di buku2 tulis merk sidu (dulu) di bagian bawah itu suka ada tlulisan "experience is the best teacher"
setelah melawati hari2 hingga duduk di semester tujuh ini, saya perlahan memahami apa2 yang jadi maksud dari kalimat2 itu..

di akun facebook saya, beberapa hari yang lalu saya pernah update status "orang mah kalo ngelakuin kesalahan yang sama terus2an itu namanya kebodohan, bukan kekhilafan" saya menuliskannya "orang" bukan "anak2" jadi saya berasumsi bahwa kata "orang" di situ adalah mereka yang sudah cukup mampu membedakan apa itu baik dan apa itu buruk.. salah satu dosen kimia analitik pernah bilang "di dunia ini orang yang bisa dimaklumi itu ada 3, yaitu anak kecil, orang gila, dan orang tua."

masalahnya adalah bukan mampu atau tidak mampu orang itu belajar dari pengalaman yang sudah2 dan mampu atau tidak mampu orang itu memanfaatkan kesempatan yang dimilikinya, tapi masalahnya adalah mau atau tidak mau orang itu belajar dan mau atau tidak mau menggunakan kesempatan yang diberikan kepadanya dengan sebaik-baiknya..