Showing posts with label kata orang. Show all posts
Showing posts with label kata orang. Show all posts

Saturday, 14 January 2012

pelajaran dari a.m

ini salah satu temen saya, Riski Achmad Maulana, biasa dipanggil a.m, asli arema (daerah kota lama). saya ngambil pelajaran dari statusnya barusan di fb..

sahabat sejati tau kelemahanmu tapi tak selalu menguatkanmu.. tau rasa takutmu tapi dia memotivasimu untuk berani..

lalu kata saya:
"memotivasi untuk berani mengakui kesalahan (pun bertanggung jawab atas itu),, tidak melulu melindungi atau membela kita, padahal kitanya salah.."
14 januari 2012
menurut saya, sebenernya bukan tentang persahabatan aja sih, salah satu perwujudan orang menyayangi kita itu ya dengan sebuah kritikan, tidak melulu melindungi kita, jelas, kita bukan makhluk yang sempurna, dan ini sudah sering digembar-gemborkan orang, kita tempatnya khilaf, tempatnya salah, ya memang..

lalu apakah kalo kita salah, terus kita tetep harus dibela? ya nggak kan ya? menurut saya pribadi, orang yang mengingatkan saya ketika saya salah adalah orang yang sebenernya sangat menyayangi saya, kritikan itu adalah wujud perhatiannya atas diri saya, dan justru orang yang selalu membela saya, pun bahkan ketika saya salah sejatinya perlahan dialah yang mengantarkan saya ke gerbang kehancuran..

bukan maksud saya memandang sebelah mata mereka2 yang selalu mendukung saya, tapi sejujurnya kritikan itu justru pendukung terbesar bagi diri saya untuk maju, dan mereka2 yang selalu menyepakati keputusan dan perilaku saya sebenernya adalah membiarkan saya tidak berkembang karena saya tetap pada mainset yang salah, yang apatis jadinya, sampai kapanpun yang namanya putih ya putih dan hitam tetaplah hitam..
--------

:D

Sunday, 20 November 2011

from mumi winda's note..

ini saya ambil dari note facebook salah seorang kawan baik saya, seangkatan, anak kimia UB juga, Winda Yulia K a.k.a mommy,, klik ini buat liat akun fbnya..

mommy winda :p
Saya tak akan pernah melupakan sebuah cerita yang diberikan oleh kakak saya dalam suratnya saat saya berulang tahun yang ke 18 tahun. Pada saat itu, cerita ini menjadi cambuk bagi saya untuk dapat memilih dan menjalani jalan hidup dengan hati-hati dan penuh keyakinan. Namun saat ini, ketakutan luar biasa menghampiri saya setiap saya mengingat cerita itu, serasa saya nyaris mengalami apa yang dialami oleh tokoh dalam cerita ini. Serasa saya berada pada situasi yang dialami oleh tokoh dalam cerita ini,sebab samapai saat inipun belum menemukan apa yang dicari, bahkan mungkin bisa dibilang tidak tau apa yang sedang dicari. Ketakutan luar biasa bila sampai akhir perjalanan tidak memperoleh satu pun....
***
Suatu hari disebuah suku indian di amerika ada seorang gadis muda dari suku tetangga datang berkunjung, dia menemui kepala suku indian tersebut untuk meminta sesuatu. Gadis tersebut ingin memiliki satu tongkol jagung saja dari suku tersebut karena jagung dari suku indian itu terkenal bagus. Setelah memohon ijin akhirnya gadis tersebut diijinkan oleh ketua suku untuk memetik pohon jagung yang dia pilih. Namun sebelum gadis itu berangkat, sang ketua suku memperingatkan satu hal, bahwa gadis tersebut boleh mengambil tongkol jagung manapun yang ia mau namun dengan satu syarat, dia tidak boleh mengambil tongkol jagung yang sudah ia lewati sebelumnya. Akhirnya gadis tersebut pergi ke ladang jagung yang luas itu dan mulai meliha-lihat setiap pohon jagung di ladang itu.
Saat dia melihat-lihat pohon jagung, ada sebuah jagung yang menarik hatinya karena jagung tersebut begitu bagus kelihatannya dan besar buahnya. Saat hendak memetik jagung tersebut ia menjadi ragu dan tidak jadi memetik jagung tersebut karena ia kwatir didepan nanti akan ada jagung yang lebih bagus daripada jagung yang dia lihat sekarang. Akhirnya dia terus berjalan maju dan melihat-lihat lagi setiap pohon jagung. Setiap dia menemui pohon jagung yang dia anggap bagus, dia selalu berfikir mungkin akan ada jagung yang lebih bagus di depan sana sehingga ia selalu mengurungkan niatnya untuk memetik setiap pohon jagung yang dia anggap bagus. Pada khirnya,tanpa dia sadari ternyata dia sudah berjalan ke semua bagian dari ladang tersebut sampai akhirnya dia berjalan keluar dari ladang tanpa memperoleh satupun buah jagung.

-----------
saya cuman komen gini:
" hmm, mantapkan hati mum, jangan sesali apa yang sudah jadi pilihan kita, kita mungkin memang tak pandai dalam memilih sesuatu, tapi kita harus lebih pandai dalam mengelola pilihan kita, jangan sampai rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita, biarpun orang melihat kita biasa2 saja, tapi kalo kita bahagia dan selama itu tak mengganggu kebahagiaannya, orang mau apa..

bukankah yang berhak atas hidup kita ya kita sendiri?
:p"

Wednesday, 16 November 2011

satu pelajaran lagi -- dari dhesy

aku pernah posting kan ya tentang temen seangkatanku yang super duper pinter itu, yup! dhesy (yang waktu semester 5 IPnya 4 itu lho), kalo belum baca klik ini! kurang lebih 2 atau 3 minggu kemaren dhesy ditelepon oleh mbak erna (bagian akademik) jurusan kimia, ceritanya dia dikasih tau kalo namanya terdaftar sebagai salah satu dari sekian mahasiswa yang akan disekolahkan lagi oleh DIKTI (beasiswa S2 ceritanya), wajar wong pinter, ga heran, haha..

setelah ada info2 dan sebagainya, ternyata beasiswa itu dikhususkan untuk melanjutkan studi S2 kimia dan di kimia UB pula (FYI: akreditasi S2 jurusan kimia UB masih C sodara2 - denger2 se :p), (kata dhesy ini) sebenernya dhesy ga pengen S2, untuk sekarang2 ini, pengennya gawe dulu, merasakan hasil dari jirih payah (belajar)nya selama ini, baru ntar kalo ada kesempatan (dan kemauan) dhesy bakal studi lagi, walopun sebenernya orang tuanya juga pengen n mau membiayainya sekolah lagi..

apa yang terjadi setelah tawaran beasiswa S2 itu?
dhesy menolaknya sodara2, menurut kebanyakan orang mungkin itu adalah hal yang sangat disayangkan, gimana enggak, tinggal sekolah doank, S2, beasiswa dan it means GRATIS, ya kan? dan dhesy menolaknya?
mungkin sebagian besar orang juga mikir kalo dhesy itu sok, mentang2 pinter ga mau dapet beasiswa itu, nyia2in kesempatan yang ada, mungkin lho ya..

tapi aku ga tergolong dari "kebanyakan orang" atau "sebagian besar orang" itu, salut sama dhesy, keputusannya sangat bijaksana, setidaknya itu menurutku, dhesy bukan orang yang begitu saja dengan serta merta memanfaatkan peluang yang datang padanya (meskipun itu bermanfaat untuknya - kelak), beda kan ya orang yang serakah atau rakus (cerongohan -- jawa) dengan orang yang bisa memanfaatkan peluang? beda juga kan ya orang yang menyia-nyiakan peluang  dengan orang yang memilah peluangnya secara bijaksana,,(baca pelan2 n ulangi kalo perlu)


love what you do n do what you love, dhesy bener2 menjalankan itu, dia memilih sesuatu yang selama ini diinginkannya, dia mencintai kimia dan dia ingin melakukan sesuatu atas apa yang dicintainya itu, itu yang saya suka, memutuskan sesuatu secara bijak,,

ada yang harus direlakan dan dikorbankan untuk mencapai sesuatu meskipun mungkin yang kita relakan dan korbankan itu sebenernya juga mendatangkan manfaat bagi kita, terkadang ada kalanya hasil yang kita dapatkan (nantinya) tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau rencanakan tapi justru itulah sebenernya nikmat dari usaha, bukankah orang yang behasil adalah orang mampu bangkit dari kegagalannya dan selalu mensyukuri apa2 yang diberikan Tuhan kepadanya,termasuk di dalamnya adalah kegagalan maupun kesuksesan.. (baca pelan2 n ulangi kalo perlu)

(muter lagu demasip - jangan menyerah, syukuri apa yang ada hidup adalah anugrah, tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik, Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya, bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa)
-------
tenkyu dhesy, pelajaran yang sangat berarti
^^