Tuesday, 27 June 2023

aku dan aroma-aroma

aku, sejak dulu, dulu sekali, entah kapan itu.. sangat sensitif terhadap bau, terhadap aroma.. 

aroma ampo, bau kering yang terkena siraman air hujan biasanya, yang beberapa tahun belakangan ketika aku kuliah kimia kuketahui bahwa nama lain aroma ampo adalah geosmin..

ada kenangan masa kecil yang entah apa itu ketika aku menghirup aroma ampo.. 

aku yang hari ini sudah berusia 30 tahun lebih saja, masih ingat betul bagaimana aroma eskulin gel warna hijau yang dulu pernah kupakai ketika SMP, damn itu udah sekitar 20 tahun yang lalu.. 

aku pernah mendengarkan podcast seorang penulis novel yang menikah hanya selama 172 hari yang kemudian suaminya berpulang, podcast itu di take setelah 100 hari kepergian suaminya, dan yang dilakukan penulis itu ketika rindu almarhum suaminya adalah diam-diam menghidu baju-baju suaminya, memeluk baju-baju itu, and you know what.. i do too.. 🥺

setidaknya untuk saat ini, membuka lemari bajumu, memeluk baju-baju itu erat, menghidu aromanya dalam-dalam adalah cara terbaik yang bisa kulakukan ketika aku merindu akan pelukmu, rindu akan aroma nafas tubuhmu, entah itu akan bertahan sampai kapan ya.. 

aku sadar, kamu tak akan kembali, tapi yang aku yakini adalah kamu tak akan terganti.. 

--
terkenang pada beberapa percakapan kita, 
"ndae ini siapa sih di mata ayah?" kubertanya
"ndae ini ya kekasih ayah" jawabmu
"kekasih?" tanyaku lagi
"iya, kekasih itu selalu di hati" jawabmu

cringe banget sih, kamu juga ngomongnya sambil biasa aja gitu, bisa gitu yak biasa aja tapi dalem.. 


Monday, 26 June 2023

kamu dan hal-hal kecil

mengenangmu..

kamu tuh punya kebiasaan yang kalau mau tidur selalu ngecup kening, dari awal nikah ya memang gitu.. dan bertambah jadi 3 kening yang harus kamu kecup keningnya ketika kamu dinobatkan menjadi bapak dari dua anak, wkwkwk..

perkara betulin selimut setelah aktivitas kecup kening sih ga perlu dipertanyakan lagi menurutku ya, karena itu udah satu paket lengkap, yap kecup kening dan betulin selimut.. 

bukan, bukan halusinasi atau kebanyakan nonton sinetron ini sejujur-jujurnya yang aku ceritakan tentang kamu, maaf ya mas.. aku tau kamu paling ga suka dibahas-bahas tentang siapa kamu dan bagaimana kamu.. 😂

pernah pada suatu malam, beberapa waktu setelah kamu berpulang, aku tidur dari jam 10an malam mungkin, saat akan tidur udara rasanya begitu gerah, ayi bahkan minta dinyalain kipas anginnya dari jam 8an.. tiba-tiba jam 2 pagi aku menggigil kedinginan, terbangun dalam kondisi kipas angin masih menyala, selimut masih terlipat rapih..

kalau kamu masih disini, hal-hal semacam ini nggak akan terjadi, segerah apapun saat akan tidur ketika terbangun aku pasti sudah berselimut, ya siapa lagi kalau bukan kamu yang pasangin selimutnya, bahkan ketika kita lagi berantem aja kamu tetap melakukannya, thats why i do luv you so much mas.. 

sesederhana itu saja aku bisa menangis, mengingatmu..
bagi orang lain mungkin ini terlalu kekanakan, berlebihan, tapi buatku nggak sesederhana itu sih sebenarnya.. 

--
Tuhan, boleh nggak sih aku minta hadirkan dia dimimpiku malam ini? atau sebenarnya semua ini hanya mimpi buruk?

rindu membiru

rindu itu rasanya sesentimentil itu..

sudah lama sekali aku tak merasakan rindu seberat ini kepadamu, mungkin dulu kali ya sebelum kita nikah, jarak malang jakarta itu jauh, jauh banget..
sekarang, tau-tau kita long distance nya udah di level yang lebih tinggi aja yak, bukan beda kota beda provinsi lagi, beda alam.. ehehe.. 
sekedar nyuci baju dan lihat kaca ruang tamu aja aku bisa yang tiba-tiba nangis.. keingetan kebiasaanmu yang suka merhatiin aku yg lagi nyuci di bawah kawat jemuran dari kaca ruang tamu.. terus kamu yang tiba-tiba nanya : "ndae mau distelin lagu apaan nih?"
kamu hafal betul, aku sering bersenandung sembari mencuci baju, oleh karenanya kamu inisatif aja gitu nyalain laptop muter winamp, dan pastinya ya lagu-lagu jadul jaman dulu kalaaaa..
lalu kamu yang masih sibuk baca berita olahraga di detiksport, sambil sesekali mbuka kaca nako dan ngledekin aku yang nyayiin lagu-lagu yang sedang kamu putar, kamu bertanya : udah belum mbilasnya? -- aku tau maksud pertanyaanmu adalah ingin membantuku menjemur baju jika aku memang sudah selesai membilas cucian..
itu adalah rutinitas, dan aku rindu akan itu..
nyatanya perpisahan tidak semudah itu, untukku.. 

Sunday, 14 May 2023

obrolan kita kala itu..

sepanjang tahun lalu, kita sering mempertanyakan :
"kok bisa ya kita nikah?"
"kok bisa ya, ga berasa loh kita nikah udah 10 tahun aja"
"kalo tua nanti kita masih kaya gini ga ya, bercanda geblek begini"
"ga nyangka ya kita bisa sama2 bertahan nikah sampek 10 tahun loh ini"
dan yang sempat beberapa kali kamu pertanyakan adalah :
"ndae dulu kok mau sih sama ayah?"
aku hanya menjawab dengan :
"ya karena ga ada yang mau sama ndae selain ayah"
lalu kamu akan selalu menimpaliku dengan :
"halah, mosok"
lalu kujawab :
"ho'oh ciyus enelan" 😁
ketika kutanya balik kenapa kamu mau sama aku
jawabanmu selalu sukses membuatku tersipu, begini katamu :
"ndae itu cewek cakep, baik, mandiri, perhatian, bawel, yang paling ayah suka dari ndae itu ndae pinter, mau belajar apapun, ya masak ya apapun yang ndae ga bisa, sama satu lagi ndae itu perempuan jawa, dari dulu mama pingin punya mantu perempuan jawa"
responku :
"halah gombalmu yah yah.."
meskipun tidak selalu sama seperti itu kosakata yang kamu ucapkan ketika kita ngobrolin tentang kenapa kita sama-sama mau, tapi intinya ya kek gitu itu..
pada suatu deeptalk aku bilang sama kamu, sebenernya kenapa aku mau sama kamu adalah, ketika bersamamu aku udah nggak bisa lagi ngerasain jatuh cinta selain sama kamu, aku ga pernah punya bayangan mencintai lelaki lain lagi selain kamu, kamu bisa bersikap tegas dan memanjakanku dengan caramu dan itu sesuai yang aku mau, perhatian dan kasih sayangmu melimpah ruah bahkan melebihi takaran yang aku butuhkan, aku mencintaimu dan aku merasakan seutuhnya cinta yang kamu berikan kepadaku, sosokmu adalah sosok dewasa yang selalu aku rindukan, yang selalu aku inginkan disaat suka dukaku sedari dulu..
ketika memutuskan untuk menjalani hidup bersamamu, tidak pernah sekalipun ada di pikiranku untuk berpisah darimu, sehebat apapun pertengkaran kita, nggak sama sekali terlintas bayangan untuk berpisah itu ada, karena kupikir ya kita akan menua bersama, bukankah berbeda pendapat itu hal yang biasa? kita pasangan yang demokratis bukan?.
mustahil ketika mengingat obrolan2 kita aku tidak menangis, terlebih ketika menuliskan semuanya disini, sudah tak terhitung berapa helai tisu yang kuhabiskan..
aku mencintaimu mas, sedalam itu hingga detik ini berlalu menyapaku tanpa hadirmu..