Friday, 12 January 2024

yang rindu bukan lisanku tapi hatiku

pukul 3 dini hari, 12 Januari 2024, tepat 10 bulan selepas kepergianmu..

aku terbangun dengan degup jantung lebih cepat dari biasanya, aku menata pikiranku yang masih setengah sadar, kuhimpun kembali memori yang baru saja terjadi.. 

aku bermimpi menjemput hyu yang terlalu sore pulang dari warnet untuk mengerjakan tugas, hari sedang hujan, aku memberimu kabar melalui pesan SMS kukatakan bahwa aku sedang di jalan menjemput hyu, kamu tidak membalas pesanku hingga aku sampai kembali ke rumah pun tak ada jawaban dari kamu, kemudian sesampai di rumah perasaanku masih sangat kalut karena aku tahu kamu pasti khawatir jika aku tak segera menghubungimu ketika aku sampai di rumah, yang terjadi kemudian aku terbangun.. 😢

hei mas, bagaimana kabarmu? belakangan aku berusaha menyibukkan diriku dengan terus mengerjakan orderan rajut dan mengingatmu selepas sujudku saja.. mungkin fisikku berusaha baik-baik saja tanpamu, tapi hatiku berkata lain, di alam bawah sadarku di dalam lelap tidurku kamu masih bertahta begitu dalam, aku rindu.. 

Tuesday, 5 December 2023

tentang bakmie goreng tempo hari

menyoal bakmie goreng super pedes pol-nya pak kumis yang kubeli bersama ayi tempo hari lalu. benar kata ayi, aku tidak mampu menghabiskan bakmie goreng itu sendiri. sebungkus berdua saja aku selalu menyerah duluan, apalagi sendirian, tanpa kamu?
di depan anak-anak aku mungkin bisa saja berkelit bahwa porsinya terlalu jumbo atau levelnya terlalu pedas untukku. nyatanya yang sebenarnya terjadi degup jantungku tidak bisa biasa saja, aku hanyut dalam kenangan dan tangis di setiap pergerakan garpu memutar bakmie itu sebelum kusuap. sesentimentil itu sejatinya perbedaan keberadaan dengan ketiadaanmu di hidupku kini..
.
.
setelah kubaca lagi tulisanku di hari itu, ternyata adalah tepat sehari sebelum ulang tahunku. sebenarnya saat itu tubuhku belum benar-benar pulih dari sakit, dan keesokan malamnya ketika anak-anak sudah lelap dalam gelap, aku menangis sejadi-jadinya, aku meraung dalam dekap bantal tidurku, agar tak satupun yang mendengar raunganku.. 
tepat di hari ulang tahun pertamaku tanpamu sejak belasan tahun yang lalu aku bersamamu, bahkan di bulan november tahun lalu aku sempat berkata bahwa itu adalah ulang tahun terbaik selama aku hidup, merasakan dicintai dengan kasih sayang yang begitu berlimpah, kemudian tahun ini segalanya berbeda. sudahlah fisikku sakit, hatiku tak keruan, kepiluan yang begitu mendalam, merasa sendiri dalam kehilangan yang begitu nyata, bahkan hampir benar-benar tak ada udara yang bisa masuk ke saluran nafasku karena terlalu pecahnya tangisku, sungguhan rasanya seperti tercekik leherku.. astaghfirullah..
sepertinya tulisan ini juga tidak akan finish, sori ya.. 😢

Saturday, 11 November 2023

kangen itu rindu ya?

bisa gitu ya, yang tiba-tiba kangen banget sama kamu, denyut nadiku terasa cepat, nafasku mulai tersengal, bibirku tertutup rapat namun menahan getarannya yang luar biasa, perlahan lelehan air mataku tumpah, kupejamkan mataku erat2, yang justru berkelebat adalah kamu kamu kamu, ketika pertama kali ketika kita bertukar nomer telepon, ketika kita banyak menghabiskan malam-malam panjang dengan saling berbicara tentang apa saja, ketika ketika ketika, semuanya, aku rindu mas..
ada banyak episode dalam blog ini yang tidak sanggup aku selesaikan setahun belakangan ini, aku menyerah di tengah perjalananku mengutarakan gurat-gurat kepiluan, aku menyerah untuk menyelesaikan tulisanku menjadi satu cerita utuh dalam satu judul, aku ditumbangkan oleh air mata yang tidak sanggup kubendung semata karena kuingat segalanya seharusnya tidak pernah dan tidak perlu kutulis ketika kamu ada..
ketiadaanmulah sebab dari mengapa tulisan tulisan ini ada, mas..
.
alfatihah

Wednesday, 8 November 2023

tumbang dan menyerah

setelah 4 hari pasca saya bangun dalam keadaan migrain berat pada kepala bagian kiri, kondisinya belum benar-benar baik, meskipun saya tetap berusaha menguatkan diri untuk antar jemput anak-anak sekolah, legiatan anak-anak harus tetap seperti biasa letika mer3ka sedang sehat, bukan begitu?
dini hari ini sekitar pukul 2.25 saya terbangun dengan kondisi perut lumayan melilit, saya yakinkan diri saya untuk bangun dan ke toilet berharap setelah BAB keluar kondisi saya bisa membaik, namun kepala saya lumayan berat juga sebenarnya.. 
masih juga di area dapur, tiba-tiba saya merasa badan saya limbung dan gubrak saya jatuh telentang dengan kepala membentur dinding, sejenak saya merasa gelap dan tiba-tiba tersadar, saya beristighfar, sejujurnya saya menangis, saya bingung antara nyawa yang belum menyatu atau memang saya betulan limbung.. 😢
saya takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap diri saya, seumur-umur tidak pernah saya sampai oleng tidak imbang sampai terjatuh seperti itu.. yang saya pikirkan jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap saya, bagaimana dengan anak-anak? 😢
setelah selesai urusan antar sekolah, saya menelepon seorang dokter, teman saya saat kerja, kami masih berkomunikasi dengan baik, dan saya biasa konsultasi masalah kesehatan ina inu terhadap beliau.. 
beliau meresepkan obat-obat lambung, karena sepertinya saya suspek GERD mengingat saya terus menerus sendawa meskipun tidak ada keluhan di perut..
saat di apotik, saya sekalian cek untuk tekanan darah dan GDA, karena saya sempat curiga jangan-jangan hipotensi atau hipoglikemia.. alhamdulillah keduanya di angka standar normal..
saya capek ngetiknya, kapan2 lanjut deh, saya pusing mau tiduran dulu.. 😢